Laporan mengenai keuangan dari usaha yang dijalankan, sangatlah penting keberadaannya. Pasalnya, dengan adanya laporan ini, maka pemilik usaha akan bisa menentukan bagaimana kondisi usaha yang dijalankannya, apakah untung atau malah rugi. Nah, bagi Anda yang sedang menyusun laporan ini, hindari 3 kesalahan yang kerap terjadi pada saat penyusunannnya berikut ini.

1. Keliru dalam Melakukan Pencatatan

Laporan atas keuangan usaha berisikan catatan informasi keuangan dalam suatu periode tertentu, yang kemudian bisa digunakan untuk menggambarkan kinerja usaha yang dijalankan tersebut. Singkatnya, bisa dikatakan bahwa laporan ini merupakan dokumen yang sifatnya penting, karena berisikan semua catatan keuangan sebuah usaha, baik itu berupa transaksi maupun kas.

Nah, dalam penyusunan laporan ini, salah satu kesalahan yang kerap dilakukan adalah kekeliruan dalam melakukan pencatatan. Misalnya saja, penjualan tunai yang seharusnya ditulis di akunnya tersendiri, malah salah ditulis di akun penjualan kredit. Akibatnya nanti, Anda malah akan susah sendiri karena bertambahnya utang, serta berlebihnya kas yang dimiliki.

2. Keliru dalam Menghitung Stok Produk

Tak hanya kas masuk dan keluar saja, perhitungan akan stok atau ketersediaan produk juga sangat perlu disusun dalam laporan. Sayangnya, masih saja ada kesalahan dalam menghitung berapa banyak stok barang, yang menyebabkan persediaan barang di akhir periode jadi terlalu tinggi atau pun terlalu rendah. Alhasil, dampaknya akan terlihat pada neraca yang termuat dalam laporan.

3. Keliru dalam Menuliskan Desimal

Kedengaran sepele memang, namun tetap saja masih ada kesalahan penulisan desimal dalam penyusunan laporan atas kondisi keuangan sebuah usaha. Akibatnya, tentu saja membuat gambaran kondisi keuangan pada laporan tersebut jadi tak akurat. Anda sebagai pemilik pun tak bisa menjadikan laporan tersebut sebagai tolak ukur nantinya, dalam mengambil keputusan untuk usaha.

Agar laporan keuangan yang disusun bisa bermanfaat dan memberikan gambaran yang akurat tentang kondisi usaha yang Anda miliki, maka hindarilah kesalahan yang kerap terjadi dalam penyusunannya. Jangan sampai karena keteledoran Anda saat menyusunnya, laporan keuangan  yang disusun malah jadi sia-sia, serta tak bisa dimanfaatkan jadi sebagaimana mestinya.